Barrack Obama mau ke INDONESIA
Desember 12, 2008 | Label: Info Politik | |
Setelah gagal pada minggu lalu untuk menelpon Barrack “Barry” Obama saat berada di AS dalam rangka undangan G-20 Summit di Washington DC, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya berhasil mengontak President-Elect Barrack “Barry” Obama kemarin di Seatle, California, USA, sewaktu transit dari Ibukota Lima, Peru dalam perjalanan beliau kembali ke Indonesia. Hal ini karena selaku President-Elect, Barrack Obama mendapat penjagaan yang super-ketat, tidak lagi Ia bisa berkomunikasi atau bertemu seseorang tanpa perjanjian terlebih dahulu, sebab Ia sekarang mewakili satu-satunya Negara Superpower Amerika Serikat.
President Elect USA Barrack “Barry” Obama dalam pembicaraan telepon dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan bahwa I berjanji akan mengunjungi Indonesia dalam Program 100-Hari Presiden AS ke-44 yang akan dimulai sejak tanggal 20 Januari 2009 yang akan datang.
Presiden SBY di APEC Summit
Dalam percakapan singkatnya dengan Barrack Obama, Presiden SBY menyampaikan ucapan Selamat atas terpilihnya Obama sebagai Presiden AS ke-44, serta menyampaiakn kesiapan Presiden SBY untuk bekerjasama dalam menjalin hubungan baik antara Indonesia dan AS.
Barrack Obama menyatakan bersedia berkunjung ke Indonesia tahun depan bersamaan dengan Pertemuan APEC Summit di Singapura, karena kunjungan itu dianggapnya sangat penting untuk menjalin hubungan baik antar kedua negara, selain juga untuk mengingat kenangan lama saat Ia bersekolah di SD Besuki, Menteng, Jakarta. Ia juga merindukan makanan-makanan khas Indonesia yang digemarinya, seperti Nasi Goreng, Bakso dan Rambutan.
Ini adalah sebuah kesempatan emas bagi bangsa Indonesia untuk semaksimalnya memanfaaatkan kunjungan Presiden AS Barrack Obama di Indonesia, seperti menigkatkan kerjasama bilateral Indonesia-AS, peningkatan perdagangan antar kedua negara, dan saling membantu dalam menciptakan perdamaian di dunia, sebab Barrack Obama memiliki visi baru AS, bukan lagi sebagai negara yang suka perang dan menggunakan kekuatan bersenjatanya untuk menyelesaikan perselisihan, namun Ia akan menggunakan kekuatan otak atau “Soft Power” dalam menyelesaikan berbagai perselisihan antar negara di dunia.


