About BMW

Januari 12, 2009 | Label: | |


BMW Amerika menciptakan mobil berbahan bakar hidrogen yang mereka namai BMW Hydrogen 7. Ini bukan terobosan pertama karena pengembangan teknologi yang menghasilkan emisi rendah sudah dimulai dua tahun lalu. Tapi sebagai mobil mewah pertama pakai hidrogen, barangkali memang benar.



Dalam proyek ini, BMW memakai sedan mewahnya seri 760 Li bermesin 6.000 cc berkonvigurasi V12. Dapur pacu itu lantas dimodifikasi menjadi dual fuel. Berarti, sedan asal Jerman ini bisa menggunakan dua jenis bahan bakar, hidrogen dan bahan bakar normalnya. Dibikin dua jenis bahan bakar lantaran infra struktur hidrogen sendiri di Amerika belum banyak.


Dibandingkan Ford, General Motors, Honda dan merek lainnya yang juga menciptakan mobil hydrogen, emisi yang dihasilkan BMW ini jauh lebih kecil. Bahkan pihak BMW sendiri menyebutnya Clean Energy. Karena, emisi dari karbon dioksida dan nitrogen oksida diolah secara sempurna, sehingga tidak meninggalkan sisa.


Karena bahan bakar yang dipakai berupa gas, maka dimensi tangki dirancang lebih kecil namun bisa menerima tekanan sampai 423 derajat dari temperatur nol. Bila tekanan di dalam tangki terlalu tinggi, ada lubang yang secara otomatis bisa membuang gas.


Bagaimana jika mobil mengalami jungkir balik? Atau lubang pembuangan tersumbat? BMW sudah mengantisipasinya dengan menyalurkannya lewat bawah bodi. Kemudian bila terjadi kebocoran, lampu indikator akan menyala. Hebatnya lagi, bila gas masuk ke dalam kabin, keempat pintu secara otomatis akan membuka.


Selain BMW, seperti Ford dan Mazda juga punya pengalaman dengan teknologi hydrogen. Cuma Ford menggunakan mesin konvensional sebanyak 30 unit untuk kepentingan komersil di Amerika dan Kanada. Di antaranya untuk pelabuhan udara di Las Vegas dan Sea World Orlando.


Sedang Mazda yang dilakukan di pusatnya, Jepang, lebih unik. Mereka memakai mesin rotari yang dikombinasi dengan motor elektrik dan baterai litium.


BMW sendiri, sebetulnya sudah mengembangkan teknologi hidrogen sejak 2006 dan sudah memproduksi sekitar 100 unit. Beberapa di antaranya sudah diuji beberapa selebritis kenamaan seperti Leonardo DiCaprio, Brad Pitt, Will Ferrel dan Edward Norton.




Baru-baru ini BMW Serie 7 terbaru tampil di depan umum. Agak mengejutkan bahwa sosok Serie 7 terbaru itu tampak lebih konservatif ketimbang pendahulunya. Akan tetapi, yang membuat Serie 7 terbaru itu menarik untuk dibicarakan bukan sosoknya, melainkan teknologi yang disandangnya.


Serie 7 terbaru diklaim sebagai mobil pertama di dunia yang memungkinkan keadaan di sisi kiri dan kanan mobil juga dilihat pengendara melalui sistem kamera (side-view camera system) untuk melengkapi kaca spion samping. Dan, dua kamera diletakkan di bemper depan untuk membantu pengendara saat memasuki perempatan atau jalan yang sempit.


Itu belum semua. Konsumen juga dimungkinkan untuk menggunakan sistem untuk melihat di kegelapan malam (night vision system) termutakhir, yang dilengkapi dengan pengenalan pejalan kaki yang menganalisis data video tentang tingkah laku manusia. Data itu akan memberi tahu pengendara jika ada orang yang berjalan menuju lajur yang dilintasi.


Serie 7 terbaru juga merupakan mobil pertama di dunia yang dilengkapi fitur yang memadukan lane-change warning dan lane-departure warning, yang akan menggetarkan setir secara halus apabila mobil mulai bergerak keluar dari lajur yang seharusnya dilalui. Lane change camera akan mengamati keadaan di titik mati (blind spot) pengendara sampai sejauh 60 meter dan memunculkan tanda segitiga pengaman di kaca spion samping seandainya ada mobil yang diperkirakan luput dari pandangan pengendara.


Lane departure warning camera juga dapat digunakan, pada mobil-mobil yang memiliki head-up display, untuk memindai rambu-rambu lalu lintas yang mengatur kecepatan maksimum yang diizinkan. Ini adalah untuk pertama kali sebuah mobil yang diproduksi secara massal menawarkan speed warning system yang dapat membaca rambu lalu lintas.


Secara opsional, konsumen juga dapat menambahkan fitur integral active steering, sejenis four wheel steering, yang memungkinkan roda belakang membelok sampai 3 derajat. Fitur ini meningkatkan kemampuan manuver mobil pada kecepatan rendah dan meningkatkan composure pada kecepatan yang lebih tinggi.


Serie 7 terbaru juga muncul dengan berbagai teknologi yang menjadikan mobil tersebut hemat dalam mengonsumsi bahan bakar dan ramah dalam emisi. Pada tahap awal, Serie 7 terbaru tersedia dengan tiga pilihan mesin, satu mesin diesel dan dua mesin bensin (yang juga muncul dengan model long wheelbase).


Semua varian Serie 7 terbaru muncul dengan persneling otomatik dengan 6 tingkat kecepatan, teknologi efficiency dynamics, sebagai perlengkapan standar, termasuk Brake Energy Regeneration.



BMW 320i Lifestyle, sedan premium teranyar BMW yang diluncurkan hari ini, memang dibanderol seharga Rp 479,9 juta (off the road). Sebuah harga yang relatif "lumrah" untuk mobil kelas premium tentunya. Nah, sebutan premium tadi ternyata terasa lebih afdol karena konsumen dapat memilih varian 320i sesuai dengan selera mereka, dengan harga ekstra.

Pilihan tersebut terbagai dalam tiga jenis, yakni executive, sports, dan ultimate. Untuk model executive, pembeli harus menambah uang sebesar Rp 22 juta dari harga standar, Rp 40,5 juta untuk model sports, dan Rp 44 juta untuk ultimate. "Model ultimate paling mahal karena fiturnya lebih komplet dari model executive dan sport," kata Helena Abidin, Corporate Communications Director PT BMW Indonesia.

Lantas, apa saja yang didapat konsumen dengan pilihan-pilihan itu? Untuk tipe executive, selain fitur standar juga terdapat tambahan berupa, iPod interface, i-Box iPod, Xenon headlights, Illuminated door entry strips/door siils, dan universal coat hanger.

Adapun untuk model sports mendapatkan M Aerodynamic Package, Black Line tail lights, Aluminium pedals, PDC rear, dan fitur yang sama dengan model executive. Gabungan kedua fitur tersebut akan Anda dapatkan bila membeli model ultimated. Yang mana pilihan Anda?



Pabrikan otomotif Jerman BMW telah mengukuhkan varian Seri 3-nya, sebagai model BMW paling laris di Indonesia. Sepanjang 2007 yang lalu, 565 unit BMW Seri 3 laku terjual. Jumlah ini memberikan kontribusi 56 persen dari seluruh total penjualan BMW di Tanah Air. Bahkan, dari seluruh BMW Seri 3 yang terjual, 80 persen di antaranya adalah model BMW 320i.

Kesuksesan inilah yang menjadi salah satu dasar PT. BMW Indonesia untuk memperkenalkan tiga varian baru 320i, di Senayan City, Jakarta, Senin (25/2) sore. Ketiga varian itu adalah 320i Executive, 320i Sport dan 320i Ultimate. Varian yang disebut terakhir adalah yang paling mahal di antara keempat kelas itu.

Dengan harga Rp. 571,5 juta, 320i Ultimate diklaim menjadi model paling eksklusif sekaligus sporty di antara varian BMW 320i. Pasalnya, model ini dilengkapi kombinasi semua fitur tambahan yang terdapat pada320i Executive maupun 320i Sport. Mulai dari iPod interface, xenon headlight, crome exhaust pipe cover, hingga alumunium pedal.

Namun sekilas, mobil yang mengusung mesin empat silinder 1.995 cc ini terlihat tak jauh berbeda. Praktis sentuhan-sentuhan di kabin dan eksterior-lah yang membedakan model-model ini. Misalnya, lampu belakang bergaris hitam, baru disadari berbeda dengan tipe Executive saat kedua jenis itu dijajarkan. Atau, saat masuk ke kabin, Ultimate dengan trim dengan kayu walhut, baru dapat dibedakan dengan Sport yang tidak menggunakan gaya itu.

Selebihnya, ketiga jenis ini terlihat sama. Maka perbedaan harganya pun relatif menjadi tak terpaut jauh. 320i dijual dengan harga Rp 519 juta, BMW 320i Executive seharga Rp. 549,5 juta, dan BMW 320i Sport seharga Rp. 559,5 juta.

Pada bagian mesin, varian-varian baru ini menggunakan mesin yang sama persis. Menurut Presiden Direktur PT BMW Indonesia, Joerg Kelling, mesin 320i telah dioptimalkan dari versi sebelumnya, sehingga sanggup menyemburkan tenaga 156 dk (versi sebelumnya: 150 dk) pada rpm 6.400 dengan torsi maksimal 200Nm pada rpm 3.600 rpm. Ia mengklaim, BMW 320i sanggup melakukan akselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam tempo 9,8 detik, dan mampu menembus kecepatan puncak 218 kilometer per jam (versi sebelumnya: 215 kilometer per jam).

Dengan tujuh pilihan warna, yakni titanium silver, black sapphire, sparkling graphite, monaco blue, deep green, barbera red hingga black solid, serta dua pilihan warna kulit yakni beige dan hitam, seluruh varian New 320i ini tampaknya telah siap untuk menguji kejayaannya di tahun 2008 ini.

0 komentar: